Tidak mau merepotkan diri untuk
menanam Karma Baik,
Namun mengharap memetik buah
manis,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan buruknya,
Namun berdoa terbebas dari buah
pahit yang akan matang dan berbuah,
Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
berdana dan berdonasi,
Namun mengharap kaya-raya,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kerugian yang diderita oleh orang lain akibat
perbuatan kita,
Namun berdoa agar tetap makmur
dan sejahtera,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menolong orang yang membutuhkan pertolongan,
Namun mengharap selamat hingga
usia tua,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas luka yang diderita oleh korban akibat perilaku
kita,
Namun berdoa selamat dijalan
dan sampai tujuan tanpa terluka,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri meluangkan
waktu berbuat kebajikan,
Namun mengharap dapat hidup
damai dan sentosa,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas trauma maupun derita psikis yang diderita oleh
korban akibat sikap kita,
Namun berdoa hidup bahagia,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjaga kelestarian lingkungan hidup,
Namun mengharap panen subur dan
melimpah,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kerusakan lingkungan dan terganggunya kesehatan masyarakat
akibat polusi yang kita hasilkan,
Namun berdoa tiada musibah bencana
alam yang menimpa,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
berkata jujur,
Namun mengharap diperlakukan
secara jujur dan akuntabel,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas setiap kata-kata dusta manipulatif yang pernah kita
lontarkan,
Namun berdoa tidak pernah
ditipu ataupun tertipu oleh modus-modus manipulasi,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
mengobati orang yang sakit,
Namun mengharap sehat hingga
tua,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas produk-produk tidak sehat maupun berbagai polusi
yang kita hasilkan,
Namun berdoa tidak jatuh sakit
dan terhindar dari eksploitasi,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
tidak merampas hak-hak orang lain,
Namun mengharap harta
kepemilikannya aman dari gangguan,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas ketidak-adilan yang pernah kita lakukan,
Namun berdoa selalu
diperlakukan secara adil,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
mencerdaskan orang-orang yang butuh pengetahuan,
Namun mengharap menjadi cerdas
dan gemilang,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kekeliru-tahuan di tengah masyarakat akibat
informasi-palsu yang pernah kita sebar-luaskan,
Namun berdoa tidak menjadi
pikun ketika tua,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
berlatih disiplin-diri yang ketat bernama pengendalian-diri dan mawas-diri,
Namun mengharap menjadi orang
suci,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas sifat dan sikap buruk-tercela maupun perbuatan
jahat kita,
Namun berdoa tidak masuk neraka,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menghibur orang-orang yang sedang bersedih,
Namun mengharap hidup bahagia
dan ada yang bersimpati kepada kita,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas luka-batin yang diderita korban akibat sikap sengaja
ataupun pengabaian kita,
Namun berdoa tidak dikecewakan
oleh nasib,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menghormati hak hidup makhluk hidup,
Namun mengharap panjang umur,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kecelakaan yang diderita oleh korban akibat
perbuatan kita,
Namun berdoa tidak pendek umur,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
membantu meringankan beban hidup orang-orang yang mengasihi kita,
Namun mengharap dikasihi dan
dikasihani,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kerepotan yang diderita oleh orang lain akibat
perbuatan kita yang sewenang-wenang,
Namun berdoa tidak diperlakukan
sewenang-wenang,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjaga dan menepati janji,
Namun mengharap orang lain menepati
janjinya kepada kita,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas apa yang telah pernah kita ucapkan ataupun
janjikan,
Namun berdoa usaha lancar,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjaga perasaan orang lain,
Namun mengharap perasaan kita tidak
dilukai,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas sakit-hati yang diderita oleh korban akibat ucapan
ataupun perbuatan kita,
Namun berdoa dapat waras hingga
usia tua,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjadi manusia yang mulia,
Namun mengharap dimuliakan oleh
orang lain maupun oleh alam semesta,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas tumpukan sampah yang pernah kita hasilkan
sepanjang hidup,
Namun berdoa memiliki kediaman
yang nyaman,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjaga nama baik,
Namun mengharap memiliki
reputasi yang cemerlang tanpa noda,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas tercorengnya nama baik orang lain akibat fitnah
yang kita lakukan,
Namun berdoa tidak dikriminalisasi,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
bekerja mencari nafkah secara jujur,
Namun mengharap memiliki
pegawai ataupun rekan bisnis yang jujur,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas waktu maupun dana yang pernah kita korupsi,
Namun berdoa dosa-dosa kita pun
dapat dikorupsi lewat dogma-korup semacam “penghapusan dosa”,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menjaga kesehatan dengan menghindari pola hidup tidak sehat,
Namun mengharap sehat,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas cara hidup yang merugikan dan menyakiti pihak lain,
Namun berdoa tidak masuk neraka,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
mengembalikan apa yang pernah kita pinjam dari orang lain,
Namun mengharap dapat menagih
dengan mudah tanpa banyak drama dan sandiwara,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas segala hutang yang pernah kita pinjam,
Namun berdoa tidak mengalami kehilangan
apapun,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
memahami orang lain,
Namun mengharap dipahami dan
dimaklumi oleh orang lain,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas sikap kita yang tidak toleran,
Namun berdoa diperlakukan
secara toleran maupun diberi kompromi,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
mengalah,
Namun mengharap selalu menang,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kecurangan dan kekacauan yang pernah kita lakukan,
Namun berdoa tidak diperlakukan
secara curang,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
membayar,
Namun mengharap dibayar,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas apa yang pernah kita rampas dari pihak lain secara
tanpa hak,
Namun berdoa dapat hidup tenang
tanpa kemelut hingga tua,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menegakkan keadilan,
Namun mengharap diperlakukan
secara adil,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas pelanggaran-pelanggaran yang telah pernah kita lakukan,
Namun berdoa dilindungi oleh
alam semesta,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
merawat orang yang sedang terjatuh dan terpukul jiwanya,
Namun mengharap semua orang
perduli terhadap kita,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas perbuatan kita yang membonsai orang lain sehingga menjadi
kerdil,
Namun berdoa tidak dijadikan sapi-perahan
oleh orang lain,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
bersih-bersih dan merawat,
Namun mengharap terawat serta
terjaga,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas pengabaian yang kita lakukan,
Namun berdoa tidak diabaikan
ataupun ditelantarkan,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menaklukkan diri sendiri,
Namun mengharap tidak ditaklukkan
oleh kekotoran-batin diri sendiri,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas keegoisan diri kita sendiri,
Namun berdoa tidak diperlakukan
secara egois,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
memutus siklus tumimbal-lahir,
Namun mengharap dapat terbebas
dari penjelmaan,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas perbuatan jahat yang pernah kita lakukan sepanjang
hidup,
Namun berdoa bisa lepas-tangan,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
membatasi diri,
Namun mengharap orang lain tahu
batas,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas kejahatan tersembunyi maupun terselubung yang
pernah kita lakukan,
Namun berdoa tidak dihantui
oleh nasib buruk,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menghormati harkat dan martabat orang lain,
Namun mengharap dihormati dan
dihargai,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas sikap kita yang “mau menang sendiri”,
Namun berdoa tidak pernah diinjak-diinjak
dan juga tidak dilecehkan oleh orang lain,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
mengendalikan diri,
Namun mengharap dapat berjalan
dengan damai,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas penganiayaan maupun pengrusakan yang pernah kita perbuat,
Namun berdoa tidak menjadi
korban vandalisme ataupun kriminalitas,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
tidak melanggar hukum,
Namun mengharap bebas dari
masalah hukum,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas modus-modus kejahatan yang pernah kita lakukan,
Namun berdoa tidak menjadi
korban modus-modus kejahatan,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
menanam,
Namun mengharap dapat memetik,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas apa yang telah pernah kita tanam,
Namun berdoa tidak memetiknya,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
Tidak mau merepotkan diri untuk
tidak menanam sesuatu,
Namun mengharap tidak
memetiknya,
Bukankah itu harapan yang
terlampau berlebihan?
Tidak mau memberanikan diri
untuk bertanggung-jawab atas apa yang tidak pernah kita tanam,
Namun berdoa dapat memetiknya,
Bukankah itu doa yang terlampau
berlebihan?
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
