Puisi Bersahaja tentang Mampu dan Mau Bertanggung-Jawab Atas Diri serta Nasib Hidup Kita Sendiri

HERY SHIETRA, Puisi Bersahaja tentang Mampu dan Mau Bertanggung-Jawab Atas Diri serta Nasib Hidup Kita Sendiri

Tidak mau merepotkan diri untuk menanam Karma Baik,

Namun mengharap memetik buah manis,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas perbuatan-perbuatan buruknya,

Namun berdoa terbebas dari buah pahit yang akan matang dan berbuah,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk berdana dan berdonasi,

Namun mengharap kaya-raya,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kerugian yang diderita oleh orang lain akibat perbuatan kita,

Namun berdoa agar tetap makmur dan sejahtera,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan,

Namun mengharap selamat hingga usia tua,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas luka yang diderita oleh korban akibat perilaku kita,

Namun berdoa selamat dijalan dan sampai tujuan tanpa terluka,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri meluangkan waktu berbuat kebajikan,

Namun mengharap dapat hidup damai dan sentosa,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas trauma maupun derita psikis yang diderita oleh korban akibat sikap kita,

Namun berdoa hidup bahagia,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup,

Namun mengharap panen subur dan melimpah,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kerusakan lingkungan dan terganggunya kesehatan masyarakat akibat polusi yang kita hasilkan,

Namun berdoa tiada musibah bencana alam yang menimpa,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk berkata jujur,

Namun mengharap diperlakukan secara jujur dan akuntabel,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas setiap kata-kata dusta manipulatif yang pernah kita lontarkan,

Namun berdoa tidak pernah ditipu ataupun tertipu oleh modus-modus manipulasi,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk mengobati orang yang sakit,

Namun mengharap sehat hingga tua,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas produk-produk tidak sehat maupun berbagai polusi yang kita hasilkan,

Namun berdoa tidak jatuh sakit dan terhindar dari eksploitasi,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk tidak merampas hak-hak orang lain,

Namun mengharap harta kepemilikannya aman dari gangguan,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas ketidak-adilan yang pernah kita lakukan,

Namun berdoa selalu diperlakukan secara adil,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk mencerdaskan orang-orang yang butuh pengetahuan,

Namun mengharap menjadi cerdas dan gemilang,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kekeliru-tahuan di tengah masyarakat akibat informasi-palsu yang pernah kita sebar-luaskan,

Namun berdoa tidak menjadi pikun ketika tua,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk berlatih disiplin-diri yang ketat bernama pengendalian-diri dan mawas-diri,

Namun mengharap menjadi orang suci,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas sifat dan sikap buruk-tercela maupun perbuatan jahat kita,

Namun berdoa tidak masuk neraka,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menghibur orang-orang yang sedang bersedih,

Namun mengharap hidup bahagia dan ada yang bersimpati kepada kita,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas luka-batin yang diderita korban akibat sikap sengaja ataupun pengabaian kita,

Namun berdoa tidak dikecewakan oleh nasib,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menghormati hak hidup makhluk hidup,

Namun mengharap panjang umur,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kecelakaan yang diderita oleh korban akibat perbuatan kita,

Namun berdoa tidak pendek umur,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk membantu meringankan beban hidup orang-orang yang mengasihi kita,

Namun mengharap dikasihi dan dikasihani,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kerepotan yang diderita oleh orang lain akibat perbuatan kita yang sewenang-wenang,

Namun berdoa tidak diperlakukan sewenang-wenang,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjaga dan menepati janji,

Namun mengharap orang lain menepati janjinya kepada kita,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas apa yang telah pernah kita ucapkan ataupun janjikan,

Namun berdoa usaha lancar,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjaga perasaan orang lain,

Namun mengharap perasaan kita tidak dilukai,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas sakit-hati yang diderita oleh korban akibat ucapan ataupun perbuatan kita,

Namun berdoa dapat waras hingga usia tua,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjadi manusia yang mulia,

Namun mengharap dimuliakan oleh orang lain maupun oleh alam semesta,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas tumpukan sampah yang pernah kita hasilkan sepanjang hidup,

Namun berdoa memiliki kediaman yang nyaman,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjaga nama baik,

Namun mengharap memiliki reputasi yang cemerlang tanpa noda,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas tercorengnya nama baik orang lain akibat fitnah yang kita lakukan,

Namun berdoa tidak dikriminalisasi,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk bekerja mencari nafkah secara jujur,

Namun mengharap memiliki pegawai ataupun rekan bisnis yang jujur,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas waktu maupun dana yang pernah kita korupsi,

Namun berdoa dosa-dosa kita pun dapat dikorupsi lewat dogma-korup semacam “penghapusan dosa”,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menjaga kesehatan dengan menghindari pola hidup tidak sehat,

Namun mengharap sehat,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas cara hidup yang merugikan dan menyakiti pihak lain,

Namun berdoa tidak masuk neraka,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk mengembalikan apa yang pernah kita pinjam dari orang lain,

Namun mengharap dapat menagih dengan mudah tanpa banyak drama dan sandiwara,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas segala hutang yang pernah kita pinjam,

Namun berdoa tidak mengalami kehilangan apapun,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk memahami orang lain,

Namun mengharap dipahami dan dimaklumi oleh orang lain,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas sikap kita yang tidak toleran,

Namun berdoa diperlakukan secara toleran maupun diberi kompromi,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk mengalah,

Namun mengharap selalu menang,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kecurangan dan kekacauan yang pernah kita lakukan,

Namun berdoa tidak diperlakukan secara curang,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk membayar,

Namun mengharap dibayar,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas apa yang pernah kita rampas dari pihak lain secara tanpa hak,

Namun berdoa dapat hidup tenang tanpa kemelut hingga tua,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menegakkan keadilan,

Namun mengharap diperlakukan secara adil,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas pelanggaran-pelanggaran yang telah pernah kita lakukan,

Namun berdoa dilindungi oleh alam semesta,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk merawat orang yang sedang terjatuh dan terpukul jiwanya,

Namun mengharap semua orang perduli terhadap kita,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas perbuatan kita yang membonsai orang lain sehingga menjadi kerdil,

Namun berdoa tidak dijadikan sapi-perahan oleh orang lain,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk bersih-bersih dan merawat,

Namun mengharap terawat serta terjaga,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas pengabaian yang kita lakukan,

Namun berdoa tidak diabaikan ataupun ditelantarkan,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menaklukkan diri sendiri,

Namun mengharap tidak ditaklukkan oleh kekotoran-batin diri sendiri,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas keegoisan diri kita sendiri,

Namun berdoa tidak diperlakukan secara egois,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk memutus siklus tumimbal-lahir,

Namun mengharap dapat terbebas dari penjelmaan,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas perbuatan jahat yang pernah kita lakukan sepanjang hidup,

Namun berdoa bisa lepas-tangan,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk membatasi diri,

Namun mengharap orang lain tahu batas,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas kejahatan tersembunyi maupun terselubung yang pernah kita lakukan,

Namun berdoa tidak dihantui oleh nasib buruk,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menghormati harkat dan martabat orang lain,

Namun mengharap dihormati dan dihargai,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas sikap kita yang “mau menang sendiri”,

Namun berdoa tidak pernah diinjak-diinjak dan juga tidak dilecehkan oleh orang lain,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk mengendalikan diri,

Namun mengharap dapat berjalan dengan damai,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas penganiayaan maupun pengrusakan yang pernah kita perbuat,

Namun berdoa tidak menjadi korban vandalisme ataupun kriminalitas,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk tidak melanggar hukum,

Namun mengharap bebas dari masalah hukum,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas modus-modus kejahatan yang pernah kita lakukan,

Namun berdoa tidak menjadi korban modus-modus kejahatan,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk menanam,

Namun mengharap dapat memetik,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas apa yang telah pernah kita tanam,

Namun berdoa tidak memetiknya,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

Tidak mau merepotkan diri untuk tidak menanam sesuatu,

Namun mengharap tidak memetiknya,

Bukankah itu harapan yang terlampau berlebihan?

Tidak mau memberanikan diri untuk bertanggung-jawab atas apa yang tidak pernah kita tanam,

Namun berdoa dapat memetiknya,

Bukankah itu doa yang terlampau berlebihan?

© Hak Cipta HERY SHIETRA.