Pada Akhirnya, Kita hanya dapat Mengandalkan Diri Kita Sendiri

HERY SHIETRA, Pada Akhirnya, Kita hanya dapat Mengandalkan Diri Kita Sendiri

Para dewa,

Memiliki mata-dewa,

Dapat melihat segala sesuatu yang terjadi di dunia manusia,

Perbuatan-perbuatan jahat oleh sesama manusia,

Maupun perbuatan-perbuatan jahat oleh roh jahat terhadap umat manusia,

Perbuatan-perbuatan yang terang-terangan,

Maupun perbuatan-perbuatan yang tersembunyi.

Namun,

Para makhluk dewata tersebut,

Membiarkan segala jenis kejahatan terjadi,

Dan berlangsung selama bertahun-tahun,

Hingga berabad-abad lamanya.

Dengan telinga-dewa,

Para makhluk dewata dapat mendengar,

Segala jenis jeritan seorang manusia yang menderita,

Jeritan manusia yang terluka,

Jeritan manusia yang tersakiti,

Jerita manusia yang memohon pertolongan,

Teraniaya oleh sesama manusia-manusia lainnya,

Maupun oleh roh-roh jahat yang mendapat kesenangan dengan mencelakai umat manusia,

Selama bertahun-tahun,

Hingga berabad-abad lamanya.

Seorang manusia yang lemah,

Dibiarkan tidak berdaya,

Seorang diri menghadapi sesama manusia-manusia jahat,

Seorang diri menghadapi roh-roh jahat yang sakti,

Tidak kasat mata,

Dan mampu menembus tembok beton.

Bagaikan seekor anak ayam,

Menghadapi sekawanan serigala beringas.

Orang-orang jahat,

Roh-roh jahat,

Lengkap dengan segala sifat jahat dan keji mereka,

Adalah ciptaan Tuhan.

Mereka berbuat kejahatan,

Atas seizin dan sepengetahuan Tuhan.

Tiada yang dapat terjadi,

Tanpa seizin Tuhan.

Orang-orang jahat berbuat kejahatan terhadap sesama manusia,

Roh-roh jahat mencelakai umat manusia yang tidak berdaya,

Dibiarkan,

Tanpa dicegah oleh Tuhan,

Tanpa juga dihentikan oleh Tuhan.

Jeritan manusia yang tidak berdaya,

Diabaikan,

Ditelantarkan.

Betapa sebatang karanya,

Seorang umat manusia yang tidak berdaya.

Hidup ibarat “di ujung tanduk”,

Jurang dimana-mana.

Alhasil,

Orang-orang jahat merajalela,

Beserta dengan roh-roh jahat yang sakti yang turut merajelala,

Menguasai dunia manusia,

Di genggaman tangan mereka,

Bagaikan “raja-raja”,

Yang bebas bertindak sesuka-hati,

Tanpa penindakan,

Tanpa aturan,

Tanpa hukum,

Tanpa perlindungan,

Tanpa konsekuensi,

Serta tiada tempat bagi kita untuk mengadu ataupun berlindung.

Keadilan dan kepastian,

Tampak seperti hal semu,

Tidak terjangkau oleh tangan kecil seorang manusia yang tidak berdaya.

Yang terjadi,

Semata pembiaran,

Pengabaian,

Penelantaran.

Pada akhirnya,

Kita hanya dapat mengandalkan diri kita sendiri.

Oleh diri kita sendiri,

Kita mengulurkan tangan bagi diri kita sendiri,

Tersedia bagi diri kita sendrii,

Hadir bagi kita sendiri,

Serta dapat diandalkan oleh diri kita sendiri.

Diri kita sendirilah,

Yang satu-satunya paling dapat diandalkan di dunia ini.

Jangan pernah mengharap kepada orang lain,

Juga tidak perlu membuang waktu berharap uluran tangan,

Dari para makhluk dewata yang lebih sibuk bersenang-senang di alam surgawi,

Tanpa perlu lagi berharap pada Tuhan,

Sang Pencipta dan Pemelihara Makhluk-Makhluk Jahat tersebut,

Sang “Maha Buta-Tuli”.

Mereka buta dan tuli terhadap perbuatan-perbuatan jahat makhluk jahat,

Maka mereka pun buta dan tuli terhadap perbuatan-perbuatan baik seseorang yang baik.

Cukup andalkan diri kita sendiri,

Dan cukup jadikan diri kita sendiri sebagai andalan satu-satunya.

Kita hanya akan berakhir pada kekecewaan terhadap diri kita sendiri,

Bila kita masih terus-menerus berdelusi mengharapkan belas-kasihan para makhluk dewata,

Maupun bila kita masih secara membuta mengharap uluran-tangan Tuhan,

Tuhan mana yang telah menciptakan dan melestarikan makhluk-makhluk jahat tersebut.

Kita tidak akan pernah lagi mengalami kekecewaan yang begitu mendalam kepada kehidupan,

Ketika kita menanggalkan delusi harapan-semu demikian,

Dengan menjadikan diri kita sendiri,

Sebagai satu-satunya andalan untuk dapat kita andalkan.

Dengan demikian,

Kita mengambil keberanian dan tanggung-jawab penuh atas hidup kita sendiri,

Atas mana depan kita sendiri,

Atas nasib hidup kita sendiri,

Suka dan duka kita sendiri,

Duka untuk kita hadapi seorang diri,

Dan suka menjadi hak tunggal diri kita sendiri,

Tanpa lagi mengemis-ngemis kepada pihak manapun,

Tanpa lagi merendahkan martabat kita sendiri,

Dan tanpa berhutang kepada pihak siapapun.

Jadikan diri kita sendiri memiliki kemampuan untuk kita andalkan.

Itulah nasehat terbaik untuk menjalani kehidupan.

Bergantung atau mengandalkan pihak eksternal,

Sama artinya kita sedang menyia-nyiakan potensi diri kita sendiri.

Karena pada akhirnya,

Hampir selalu kita hanya dapat mengandalkan diri kita sendiri.

Selama ini demikian,

Dan akan selalu demikian.

Dengan hanya mengandalkan diri kita sendiri,

Kita tidak lagi menaruh harapan kepada makhluk dewata,

Maka tiada lagi kekecewaan muncul terhadap makhluk dewata,

Karena kita tidak lagi membuang-buang waktu memohon pertolongan dari para makhluk dewata.

Hanya dengan mengandalkan diri kita sendiri,

Kita tidak lagi berharap kepada nurani Tuhan,

Membiarkan Tuhan dengan kebutaan dan ketuliannya,

Dimana kita tidak lagi memiliki kekecewaan apapun terhadap Tuhan yang sudah kita lupakan eksistensinya,

Ada ataupun tiadanya Tuhan,

Kita hanya milik diri kita sendiri seorang.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.