Selera dan Tujuan Hidup yang Dangkal, Kerdil, Hina, serta Tercela Kaum Umat Agama Samawi
Question : Ini dan itu, disebut haram. Ini dan itu, disebut dilarang. Ini dan itu, disebut najis. Ini dan itu, disebut berhala. Ini dan itu, disebut dibenci Allah. Tapi, mengapa umat agama samawi justru mabuk dan kecanduan dogma korup semacam “pengampunan ataupun penebusan dosa” yang notabene hanya dibutuhkan oleh kalangan koruptor-dosa, dimana dosa-dosa pun mereka korupsi? Selera dan tujuan mereka pun sangatlah dangkal, yakni disamping menikmati dogma korup, juga berfantasi bahwa kenikmatan-surgawi tidak ubahnya kenikmatan-duniawi berupa bersetubuhan atau bersengggama dengan puluhan bidadari. Bukankah lucu serta ironi, babi disebut “haram”; namun dogma korup semacam pengampunan ataupun penghapusan maupun penebusan dosa, disebut “halal lifestyle”?


