Buddhisme : Berbuat Satu Buah Kejahatan adalah Terlampau Banyak dan
Berbuat Seribu Kebaikan ialah Terlampau Sedikit—Ada “HUKUM KARMA”!
Agama Samawi-Abrahamik : Berbuat Satu Buah Kebajikan ialah Terlampau Banyak dan Berbuat Seribu Kejahatan adalah Terlampau Sedikit—Ada “PENGHAPUSAN DOSA”!
Sejauh, Selebar, dan Sedalam apakah Perbedaan / Disparitas antara Agama
Buddha dan Agama Samawi-Abrahamik?
Question : Dalam agama samawi, ini dan itu disebut “haram”, ini dan itu disebut “dosa”, ini dan itu disebut “dilarang Tuhan”. Tapi, ujung-ujungnya, dinegasikan oleh dogma agama samawi itu sendiri yang mengajarkan ritual “penghapusan dosa”, sehingga alhasil apapun menjadi “halal hukumnya” dalam agama samawi, dan tidak heran bila umat pengikutnya kemudian diberitakan menjadi koruptor ataupun penjahat-busuk-tercela. Buat apa mengharam-haramkan segala sesuatunya, bila pada muaranya mabuk dan kecanduan “penghapusan dosa”, selain sekadar delusi rasa superior yang semu dan konyol. Bagaimana dengan di agama Buddha, apakah konsisten ada sesuatu yang seharusnya dihindari dan apa yang seharusnya dilakukan?

