Tidak Ada Kemungkinan Seseorang yang Memiliki Pandangan Benar dapat Menganggap Bentukan Apapun sebagai KEKAL. Tidak Ada Kemungkinan Seseorang yang Memiliki Pandangan Benar dapat Menganggap Bentukan Apapun sebagai MENYENANGKAN. Tidak Ada Kemungkinan Seseorang yang Memiliki Pandangan Benar dapat Menganggap Apa Pun Sebagai DIRI
Adalah Mungkin bahwa Seorang Biasa dapat Menganggap Suatu Bentukan sebagai
KEKAL. Adalah Mungkin Bahwa Seorang Biasa dapat Menganggap Suatu Bentukan sebagai
MENYENANGKAN. Adalah Mungkin bahwa Seorang Biasa dapat Menganggap Sesuatu sebagai
DIRI
Question : Setelah saya evalusi, agama-agama yang kini menjadi hegemoni yang mendominasi dunia, telah ternyata adalah agama samawi yang mengobral penghapusan dosa. Mulai dari nasrani yang menjadikan dogma “penebusan dosa” sebagai marketing-gimmick utamanya untuk membuat para pendosa berdelusi dapat masuk surga sekalipun sepanjang hidupnya mengoleksi segudang dosa tanpa tanggung-jawab kepada korban-korban yang pernah mereka sakiti, lukai, maupun rugikan. Begitupula agama islam yang menjadikan “pengampunan dosa” sebagai jualan utamanya, dimana ada “demand” berupa pendosa yang berharap masuk surga sekalipun seumur hidupnya memproduksi segunung dosa, maka ada “supply” bernama iming-iming “pengampunan dosa” sehingga sang muslim bisa menyelam sembari minum air, yakni rajin dan sibuk berbuat dosa namun tidak perlu perlu bertanggung-jawab ataupun membayar konsekuensinya, terjamin masuk surga setelah ajal menjemputnya. Bukankah itu merupakan nyata-nyata praktek persaingan usaha tidak sehat, berupa obral penghapusan dosa dan mengumbarnya, mengeksploitasi sifat-sifat pengecut dan tamak manusia yang telah ataupun yang akan menjadi umat pemeluknya?


