Melampaui Rasa Takut dan Tetap Bersikap Tenang, sebuah Puisi Inspiratif

HERY SHIETRA, Melampaui Rasa Takut dan Tetap Bersikap Tenang

Ada seseorang,

Orang biasa,

Ketika ditanya,

Kamu takut?

Ia menjawab,

Tidak.

Ia tetap bersikap tenang,

Dan menghadapi apa yang harus ia hadapi.

Ia bersikap tenang,

Dan tidak takut,

Bukan karena ia tidak dapat disakiti,

Juga bukan karena ia tidak dapat terluka.

Ia tetap dapat terluka ketika disakiti,

Namun ia tidak takut,

Dan tetap bersikap tenang,

Ketika mengalami dan menghadapi kenyataan,

Kenyataan yang telah terjadi maupun yang akan terjadi.

Seseorang tidak perlu menjadi sekuat dewa,

Untuk bersikap tidak takut dan tetap tenang.

Sama halnya,

Ketika ia ditanya,

Kamu takut?

Ia menjawab,

Tidak.

Dengan tenang menghadapi pelecehan verbal dari pihak lain.

Ia bersikap tidak takut,

Dan tetap tenang,

Bukan karena martabatnya tidak dapat diinjak-diinjak oleh orang lain,

Juga bukan karena harga dirinya tidak dapat dilukai oleh orang lain.

Perasaannya tetap dapat terluka,

Dan hatinya dapat merasakan sakit,

Sebagaimana manusia lain pada umumnya,

Akan tetapi ia telah memilih,

Untuk tidak takut,

Dan tetap tenang,

Sebagai respon atas apa yang ia alami.

Kita tidak perlu menunggu hingga memiliki mental sekuat baja,

Ataupun jiwa sekeras batu yang tidak dapat terluka,

Untuk menjadi tidak takut dan tetap tenang.

Kita selalu punya pilihan,

Untuk bersikap takut,

Ataukah bersikap tidak takut,

Untuk bersikap cemas,

Ataukah bersikap tenang,

Sekalipun kita tetap dapat terluka dan merasakan sakit.

Cepat atau lambat,

Kita akan mati,

Yang menyakiti kita pun akan mati,

Sebelum kemudian terlahir-kembali,

Dengan mewarisi perbuatan-perbuatan kita sendiri semasa hidup.

Sehingga,

Apakah yang sesunguhnya yang harus kita takutkan,

Dalam hidup yang penuh ketidakpastian ini.

Menghadapi usia tua,

Sakit,

Dan kematian,

Itu hanya persoalan waktu.

Bila rasa takut kita,

Tidak dapat mengubah keadaan,

Bahkan memperburuk kondisi,

Maka mengapa memilih untuk merasa takut ataupun bersikap cemas?

Setiap kali kita menemukan,

Bahwa jiwa kita terasa gentar dan cemas,

Tanyakanlah kepada diri kita sendiri,

Kamu takut?

Jawablah dengan tenang,

Tidak.”

Lalu bersikaplah tenang.

Apapun yang kemudian akan terjadi.

Kita tidak perlu membebani hidup yang telah begitu berat ini,

Dengan beban rasa takut.

Dengan bersikap tidak takut dan tetap tenang,

Setidaknya separuh beban hidup telah terangkat dari pundak kita,

Agar kita dapat melangkah dan bernafas lebih bebas.

Tanggalkan rasa takut,

Jemput ketenangan hidup.

Hidup yang tenang,

Ada bukan karena tiada masalah di dunia yang jauh dari kata ideal ini.

Namun karena kita memilih untuk tidak didikte oleh dunia maupun kehidupan ini.

Ingatlah bahwa,

Bersikap takut dan cemas sekalipun,

Tidak menjamin bahwa ia akan selamat dan aman.

Bila Anda berpikir,

Bahwa bersikap takut dan cemas akan membantu Anda,

Maka pahamilah bahwa itu hanya sebuah “delusi”.

Seseorang yang takut miskin,

Akibatnya ia bekerja keras membanting-tulang,

Dalam arti yang sesungguhnya,

Berakhir pada tubuh yang jatuh sakit,

Tetap saja berakhir pada kondisi yang mengenaskan.

Tidsk jarang pula,

Ada orang-orang yang akibat takut hidup miskin,

Kemudian melakukan kejahatan,

Seperti merampas hak-hak orang lain,

Pada akhirnya ia layak dan patut benar-benar takut,

Menjumpai neraka,

Dan tersiksa akibatnya.

Ketakutan dan kecemasan,

Merupakan cara paling efektif untuk merontokkan IQ Anda.

Kita tetap bisa melanjutkan hidup,

Sekalipun tidak dicengkeram oleh perasaan takut.

Itulah yang disebut sebagai “positive thinking”.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.