Puisi Sederhana Mengenai Seni Melawan Arus Ditengah Gelombang Arus Kehidupan

HERY SHIETRA, Puisi Sederhana Mengenai Seni Melawan Arus Ditengah Gelombang Arus Kehidupan

Semua orang dapat memiliki keinginan ataupun mampu menikahi banyak istri serta melahirkan banyak anak,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan hidup selibat,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat terobsesi untuk menghimpun banyak harta kekayaan,

Bahkan hingga melakukan korupsi atau merampas hak-hak orang lain,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan hidup bersahaja dan sederhana,

Menekuni “simple-living”,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dengan mudahnya melarikan diri dan melepaskan diri dari tanggung jawab,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan berani untuk tampil dan siap mengambil tanggung jawab,

Tanpa perlu ditagih ataupun dituntut oleh korban-korban mereka,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dengan mudahnya berkata dusta atau bahkan menipu,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan berkata jujur apa adanya,

Tanpa berkelit,

Tanpa memutar-balik fakta,

Tanpa “playing-victim”,

Sekalipun mengandung resiko dan konsekuensi dibaliknya,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dan mampu menyakiti ataupun melukai orang lain,

Menyelesaikan setiap masalah dengan kekerasan fisik,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan hidup tanpa kekerasan,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang sanggup dan senang merampas hak-hak orang lain,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan menghormati dan menghargai hak-hak milik orang lain,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dan sanggup mengambil keuntungan dari orang lain dengan merugikan orang tersebut,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan tidak merugikan diri sendiri juga tidak merugikan orang lain,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dan senang bersikap egoistik,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan bersikap adil sekalipun dalam posisi dominan,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dengan mudah melupakan budi baik orang lain,

Bahkan membalas air susu dengan air tuba,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan penuh kesabaran membalas budi baik tersebut secara setimpal dan proporsional,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat makan sebanyak apapun yang mereka inginkan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan makan hanya satu kali dalam sehari.

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang suka mengumpulkan harta kekayaan,

Dimana tidak dapat mereka habiskan sekalipun hingga tua dan meninggal dunia,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan berdana dan berderma,

Melampaui pengeluaran hidup kesehariannya sendiri,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang sering bersikap tidak tahu malu dengan berbuat hal-hal yang tercela,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan penuh pertimbangan menghindari perbuatan buruk yang dapat dicela oleh para bijaksanawan,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang senang dan dapat menenggelamkan diri dalam kenikmatan indria,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan hidup terasing dari kenikmatan indria,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang bisa saja kecanduan zat-zat madat yang adiktif,

Tidak ada yang istimewa ataupun perlu dibanggakan,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan hidup terbebas dari segala hal yang memabukkan yang dapat melemahkan kesadaran,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat tanpa merasa bersalah memanipulasi orang lain,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan menghormati dan menghargai martabat sesama manusia,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang sanggup dan mampu memangsa makhluk hidup yang lebih lemah,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan menghargai perasaan setiap makhluk hidup,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang gemar menertawakan kemalangan dan kelemahan orang lain,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan tidak menikmati penderitaan orang lain,

Dan mengembangkan sifat belas-kasihan,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat memilih untuk bermalas-malasan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan bekerja secara keras, tekun, dan gigih,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat saja menjadi kegemukan karena tidak mampu mengendalikan diri untuk mengonsumsi gula secara berlebihan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan menghadapi realita yang seringkali pahit adanya,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat saja menipu dan membodohi diri mereka sendiri,

Sebagai penghiburan-diri yang tidak sehat,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan bersikap kreatif mencari kegembiraan tanpa merugikan pihak lainnya,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dengan mudahnya melanggar aturan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan menjadi warga yang patuh terhadap aturan,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang ingin merebut kekuasaan dengan berbagai cara,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan melepaskan ambisi ataupun obsesi untuk berkuasa dan untuk tetap berkuasa.

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang senang dan ingin bersikap curang,

Menang lewat kecurangan,

Mem-bully lewat kecurangan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan berkompetisi secara adil,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang sanggup merundung orang-orang yang lebih lemah,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan berani menghadapi lawan yang setara,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat dengan mudahnya menyalahgunakan wewenang, status, ataupun posisi dominannya,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan tidak menyalahgunakan apapun,

Termasuk tidak menyalahgunakan dirinya sendiri,

Dan mampu mengendalikan diri,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang cenderung mengikuti keinginan yang muncul dari dalam diri mereka,

Diperbudak dan dipermainkan oleh berbagai keinginan yang tidak pernah terpuaskan,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan mengontrol serta membatasi diri sendiri,

Terlatih dalam pengendalian indria dan pikiran,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang senang menghakimi orang lain,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan bersikap kritis terhadap diri sendiri,

Berani mengakui kesalahan diri sendiri,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang senang menipu diri sendiri dengan meyakini bahwa hidup adalah nikmat,

Karenanya bila tidak mengalami kenikmatan maka merasa ada yang keliru dengan hidup maupun diri mereka,

Dan menjadikannya sebagai alasan pembenar untuk merampas kebahagiaan-kebahagiaan orang lain.

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan realistis menyadari bahwa hidup adalah dukkha,

Karenanya tidak perlu merampas kebahagiaan orang lain,

Dan menyadari bahwa orang lain merasakan dukkha,

Tangguh menanggung dukkha-diri,

Lalu mengembangkan belas-kasih terhadap semua makhluk,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang lebih cenderung menolong diri mereka sendiri,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan mengambil resiko menyelamatkan diri sendiri dan juga orang lain,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang mampu berhutang tanpa mau membayar,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan membayar segala hutangnya tanpa perlu ditagih,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

Semua orang dapat saja bersikap kekanakan,

Berdelusi bahwa bila orang lain tidak mengetahui perbuatan buruknya maka seolah ia tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan jahat tersebut,

Tidak ada yang istimewa,

Yang karenanya tidak ada yang perlu dikagumi dari mereka.

Namun,

Tidak semua orang berani melawan arus,

Dengan bersikap dewasa,

Selayaknya manusia dewasa yang mampu dimintakan pertanggung-jawaban,

Yang karenanya ia patut untuk dihormati.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.