Empati Manusia, Penuh Kepalsuan. Empati AI (Mesin Kecerdasan Buatan) bisa Lebih Diandalkan sebagai “Teman untuk Sahabat Curhat”
Question: Ini fenomena apa ya, mengapa pemimpin negara kita mulai berpikir untuk menggantikan para “civil servant” alias aparatur sipil negara (ASN) ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan aplikasi, robot, maupun AI (kecerdasan buatan, artificial intelligence)? Bukankah di negeri kita ini tidak pernah kekurangan “agamais” maupun aparatur yang rajin beribadah dan mengaku ber-Tuhan? Menteri keuangan mulai berwacana agar petugas pada bea cukai digantikan oleh robot dan AI saja. Kepala POLRI lebih senang menerapkan ETLE (Elektronic Traffic Law Enforcement) ketimbang polisi lalu lintas dalam menilang pengendara. Di Kantor Pertanahan banyak layanan yang mulai digantikan dari semula pelayanan tatap-muka di loket-loket pelayanan dengan pelayanan berbasis aplikasi “online” nir-tatap-muka. Bahkan di luar negeri, sudah ada menteri dibidang urusan pengadaan barang dan jasa yang berupa sosok AI, alias bukan “menteri manusia”.


