Semua orang sanggup mengikuti
arus,
Namun tidak semua orang sanggup
melawan arus.
Semua orang sanggup “tabrak
lari”,
Namun tidak semua orang sanggup
bertanggung-jawab.
Semua orang sanggup berbuat
jahat,
Namun tidak semua orang sanggup berbuat kebaikan.
Semua orang sanggup tunduk pada
kenikmatan inderawi,
Namun tidak semua orang sanggup
mengasingkan diri dan terasing dari kesenangan duniawi.
Semua orang sanggup mencandu ritual
“penghapusan dosa” yang begitu adiktif,
Namun tidak semua orang sanggup
menjalani gaya hidup higienis dari dosa maupun maksiat.
Semua orang sanggup berkata
dusta,
Namun tidak semua orang sanggup
bersikap jujur.
Semua orang sanggup melakukan
korupsi,
Namun tidak semua orang sanggup
menolak korupsi.
Semua orang sanggup merampas
hak orang lain,
Namun tidak semua orang sanggup
menghormati dan menghargai hak-hak orang lain.
Semua orang sanggup mencelakai
orang lain,
Namun tidak semua orang sanggup
menolong dan berempati terhadap orang lain.
Semua orang sanggup bersikap
hewanis dan premanis,
Namun tidak semua orang sanggup
bersikap humanis terlebih mulia.
Semua orang sanggup menjadi
iblis,
Namun tidak semua orang sanggup
menjalani jalan kesucian yang sunyi dan sepi.
Semua orang sanggup bersikap
kejam dan keji,
Namun tidak semua orang sanggup
berbelas-kasih.
Semua orang sanggup menyakiti
dan melukai baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap orang lain,
Namun tidak semua orang sanggup
bersikap ahimsa.
Semua orang sanggup menyembelih
hewan yang lebih lemah dari kita,
Namun tidak semua orang sanggup
mengakui keinginan dan hak untuk hidup dari para makhluk-makhluk malang
tersebut.
Semua orang sanggup merusak,
Namun tidak semua orang sanggup
membangun dan merawat.
Semua orang sanggup mengingkari
janji,
Namun tidak semua orang sanggup
menepati apa yang telah diucapkan dan disepakati.
Semua orang sanggup mengaku-ngaku
memiliki hak tanpa kewajiban,
Namun tidak semua orang sanggup
mengakui hak dan kewajiban dirinya sendiri.
Semua orang sanggup tidak melunasi
hutang,
Namun tidak semua orang sanggup
menumbuhkan rasa tanggung-jawab dalam dirinya.
Semua orang sanggup bersikap
arogan dan otoriter,
Namun tidak semua orang sanggup
mengontrol diri untuk tidak menyalah-gunakan kekuatan dan kekuasaannya.
Semua orang sanggup menyombongkan
diri,
Namun tidak semua orang sanggup
bersikap rendah hati.
Semua orang sanggup mengambil,
Namun tidak semua orang sanggup
memberi.
Semua orang sanggup tunduk dan
menyembah Tuhan karena rasa takut atas ancaman-ancaman dogmatik,
Namun tidak semua orang sanggup
menumbuhkan keberanian serta tekad untuk melawan diktatoriat Tuhan.
Semua orang sanggup banyak
bicara,
Namun tidak semua orang sanggup
untuk mau mendengarkan dan hidup dalam keheningan.
Semua orang sanggup dipuja dan
dipuji,
Namun tidak semua orang sanggup
disalah-mengerti dan disalah-pahami.
Semua orang sanggup merundung
yang lemah,
Namun tidak semua orang sanggup
melindungi yang lemah.
Semua orang sanggup menertawakan
kemalangan orang lain,
Namun tidak semua orang sanggup
membantu orang lain.
Semua orang sanggup bersikap
kasar baik secara tersurat maupun secara terselubung,
Namun tidak semua orang sanggup
bersikap lembut dan ramah.
Semua orang sanggup bersikap
egoistik,
Namun tidak semua orang sanggup
berjiwa altruistik.
Semua orang sanggup memerangi
pihak lain,
Namun tidak semua orang sanggup
menaklukkan dirinya sendiri.
Semua orang sanggup mengkritik
serta menghakimi pihak lain,
Namun tidak semua orang sanggup
mengawasi perilakunya sendiri.
Semua orang sanggup memiliki
banyak keinginan,
Namun tidak semua orang sanggup
menginginkan sedikit keinginan.
Semua orang sanggup mengoleksi banyak
pacar dan istri,
Namun tidak semua orang sanggup
hidup selibat.
Semua orang sanggup mengambil
keuntungan diatas derita pihak lain,
Namun tidak semua orang sanggup
untuk melakukan pertukaran yang setara.
Semua orang sanggup memanipulasi
orang lain,
Namun tidak semua orang sanggup
berkata apa adanya.
Semua orang sanggup meminta dan
memohon kepada langit,
Namun tidak semua orang sanggup
merepotkan diri untuk menanam dengan tangan sendiri.
Semua orang sanggup melarikan
diri,
Namun tidak semua orang sanggup
menghadapi konsekuensi.
Semua orang sanggup menegur dan
menyalahkan,
Namun tidak semua orang sanggup
menerima teguran, mengakuinya, serta introspeksi diri dalam rangka perbaikan
diri.
Siaspakah diantara mereka,
Yang akan lebih mungkin masuk
ke surga setelah kematian,
Dan siapakah yang akan masuk
neraka setelah ajal menjemput mereka?
© Hak Cipta HERY SHIETRA.
