Allah MALPRAKTEK terhadap Umat Muslim

Mukzijat Penyembuhan dari Sakit ala Nasrani adalah Mukzijat yang Percuma, Tidak Benar-Benar Menolong secara Permanen

Question: Dalam ajaran islam, Allah menyebutkan bahwa tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya kecuali penyakit kepikunan. Begitupula dalam nasrani, iman disebut sebagai obat penyembuh. Namun yang menjadi pertanyaan terbesar saya ialah, mengapa untuk penyakit suka mabuk dan kecanduan berbuat dosa dan maksiat yang begitu adiktif, justru ialah diajarkan doa dan ritual penghapusan dosa alih-alih mengajarkan untuk bertanggung-jawab terhadap korban-korban para muslim tersebut yang menderita luka ataupun kerugian oleh perbuatan mereka? Itu mirip menyiram bensin ke api, semakin besar api tersebut membara dan membakar. Mereka bermulut besar bicara mengenai agama, kitab, ayat-ayat, dogma, Tuhan, nabi, namun miskin dari sikap bertanggung-jawab.

Samawi Bukanlah “Agama”, namun “Ideologi KORUP” Pengusung Dogma “PENGHAPUSAN DOSA” bagi “KORUPTOR DOSA”

Apakah Ideologi merupakan “Benda Mati” yang Tidak dapat Menggerakkan, Memanipulasi, Memprovokasi, Mengeksploitasi, Membajak, Menghasut, serta Menginfeksi Pikiran Manusia?

Question: Ada tokoh yang mengakunya sebagai cendekiawan anthropologi yang menyebutkan, bahwa agama adalah benda mati, karenanya agama samawi bila sekalipun dogmanya mengajarkan penghapusan dosa bagi umat pemeluknya, tidak dapat mencelakai siapapun. Mengapa saya merasa ada yang salah dari paradigma dari sang tokoh tersebut? Benda mati, sifatnya “digerakkan” oleh yang menggunakan benda tersebut, bukan justru “menggerakkan” manusia yang memegangnya. Saya kira ada yang salah dari cara berpikir yang bersangkutan, namun sukar untuk saya sebutkan untuk mengungkapkannya.

Konsumsi “PENGHAPUSAN DOSA”, dimana Dosa-Dosa pun Dikorupsi, disebut “HALAL LIFESTYLE”? Lifestyle-nya PENDOSA

Menjelma KORUPTOR DOSA alih-alih “Kembali ke Fitri” Berkat Kecanduan & Mabuk “PENGHAPUSAN / PENGAMPUNAN DOSA”

Ada perbedaan mendasar antara konsumsi mata, konsumsi jiwa, dan konsumsi perut. Bila makanan untuk perut, dapat kita lihat pada jejeran produk di rak toko maupun apa yang dijajakan oleh penjual pangan di pasar, namun apa yang berdampak pada kesehatan tubuh kita ialah produk pangan apakah yang benar-benar masuk ke perut kita. Tubuh kita akan sehat dan kesehatannya akan terjaga, sepanjang kita selektif memilih produk-produk yang banyak beredar di pasaran, “as a smart buyer / customer”.

Yang Lebih Kotor dan Tercela dari “Perbuatan Jahat”, yakni “MENCANDU PENGHAPUSAN DOSA”

Memakan Iming-Iming PENGHAPUSAN DOSA merupakan KEKOTORAN BATIN TERBESAR, yang Ironisnya justru Diberi Makan Berkedok Ibadah

Question: Manakah yang lebih kotor, tercela, dan lebih menjijikkan, apakah “berbuat jahat” ataukah “memohon penghapusan dosa”?

PUASA BERBUAT DOSA, Bukan PUASA MAKAN NAMUN KECANDUAN DOGMA PENGHAPUSAN DOSA

Bagaimana Mungkin, yang “PUASA BUAT DOSA” justru Kalah Derajat dengan Kasta “PUASA MAKAN” (namun Konsumsi Meningkat Sembari Berdelusi Dosa Setahun Dihapuskan)

Question: Penjahat manapun akan termotivasi untuk berpuasa makan, bila iming-imingnya ialah “dosa-dosa setahun dihapuskan” meski senyatanya konsumsi mereka meningkat di bulan ramadhan? Mereka seringkali memakai alasan “sedang berpuasa” sebagai alasan untuk mudah tersinggung dan menghakimi pihak lain, semisal melarang rumah makan untuk beroperasi dan mudah marah. Pertanyaanya, mengapa harus berpuasa makan, mengapa bukan berpuasa dari perbuatan-perbuatan buruk seperti menyakiti, melukai, maupun merugikan pihak-pihak lainnya? Ramadhan merupakan “bulan suci” ataukah sejatinya “bulan dosa”, mengingat motivasi para muslim yang berpuasa makan ialah “dosa-dosa setahun dihapuskan”? Bukankah itu artinya juga menjadi hari duka serta berkabung nasional, bagi kalangan korban dari para pendosa yang kecanduan penghapusan dosa tersebut?

Yang Hebat ialah Mereka yang TIDAK Berpuasa Ramadhan : Para Muslim Diajarkan untuk Memelihara Lalat-Lalat

Manusia yang Hebat ialah Mereka yang Berjiwa Ksatria dengan Mau serta Siap Bertanggung-Jawab Atas Perbuatan-Perbuatan Buruk Mereka Sendiri

Bulan Ramadhan, Bulan dimana KEKOTORAN BATIN Diberi Makan dengan Ideologi KORUP Bernama “DOSA-DOSA SETAHUN DIHAPUSKAN” serta Konsumsi Perut Meningkat Drastis

Question: Banyak manusia, bagaikan buta. Mereka tidak mau menyadari bahaya dibalik orang-orang yang berpuasa ramadhan, yakni minta dan gila dihormati seolah paling superior tanpa mau menyadari umat agama lain punya jadwal puasanya sendiri, suka persekusi dengan sikap yang “pendek sulutnya” dengan mengatas-namakan “sedang berpuasa” namun “tidak berpuasa menganiaya”, melarang orang lain makan, melarang rumah makan membuka tokonya, bekerja malas-malasan, menuntut THR, dan disaat bersamaan mengharap dosa-dosa selama setahun dihapuskan sementara konsumsi mereka justru meningkat drastis disaat puasa ramadhan yang mengakibatkan harga-harga sembako turut terdongkrak di pasar.

Masyarakat kaum NON juga bodoh, merasa kaum muslim yang berpuasa ramadhan sebagai kaum paling superior, meski sejatinya yang lebih hebat ialah mereka yang TIDAK berpuasa ramadhan alias yang konsumsinya tidak meningkat, tidak menuntut dihormati, puasa dari menganiaya orang lain, puasa dari begal, juga puasa dari permohonan pengampunan dosa. Mengapa saya selalu merasa, SQ selalu linear pada derajat IQ seseorang untuk dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk?

Allah Bersikap Kompromistik terhadap Penjahat, namun Intoleran terhadap Kaum NON

“Surga” yang Isinya justru Dihuni para PENJAHAT PECANDU PENGHAPUSAN DOSA, Don’t Judge the Realm by the NAME

Question: Apakah tidak ada diantara mereka yang merasa heran, allah digambarkan begitu toleran terhadap penjahat dengan memasukkan para manusia sampah dan beracun tersebut ke surga untuk disatukan dengan allah, akan tetapi disaat bersamaan allah juga digambarkan sebagai sosok yang begitu jahat dan pendendam dengan memasukkan ke api neraka orang-orang yang sekalipun wataknya baik namun adalah kaum “non” atau sekadar karena ateis?

Seni Berbahagia dalam Kebahagiaan yang Membahagiakan

 HERY SHIETRA, Seni Berbahagia dalam Kebahagiaan yang Membahagiakan

Sungguh saya berbahagia,

Dapat bahagia cukup dengan meminum air putih,

Tanpa perlu meminum alkohol,

Maupun minuman kimia bermerek lainnya.

Ibarat seekor kelinci,

Yang sudah cukup bahagia dapat memakan wortel yang banyak tumbuh di alam,

Tanpa perlu menjadi predator bagi kehidupan lainnya.

Allah Menyatakan bahwa Umat Islam (Muslim dan Muhammad) adalah KAFIR Sejati, Ada Ayatnya dalam Al-quran

Bukti bahwa Umat Muslim BUTA AKSARA

Question: Apa betul ada ayat di alquran, kitab agamanya orang islam, yang berisi wahyu allah bahwa allah mengutus setan-setan untuk menggoda manusia kafir? Jika betul demikian, maka mengapa justru umat islam itu sendiri yang selama ini doanya ialah memohon pengampunan dosa (“O Allah, ampunilah dosa-dosa kami!”)? Bukankah antara “berbuat dosa-dosa akibat digoda dan tergoda oleh setan” dan “pengampunan dosa”, sifatnya saling bundling satu sama lainnya ibarat pasta gigi dan sikat gigi? Bukankah itu artinya umat islam adalah kafir itu sendiri, alias kafir teriak kafir?

Pejabat / Petugas Manusia Agamais Vs. Petugas Robot AI, Pilih Dilayani oleh Siapa?

Empati Manusia, Penuh Kepalsuan. Empati AI (Mesin Kecerdasan Buatan) bisa Lebih Diandalkan sebagai “Teman untuk Sahabat Curhat”

Question: Ini fenomena apa ya, mengapa pemimpin negara kita mulai berpikir untuk menggantikan para “civil servant” alias aparatur sipil negara (ASN) ataupun Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan aplikasi, robot, maupun AI (kecerdasan buatan, artificial intelligence)? Bukankah di negeri kita ini tidak pernah kekurangan “agamais” maupun aparatur yang rajin beribadah dan mengaku ber-Tuhan? Menteri keuangan mulai berwacana agar petugas pada bea cukai digantikan oleh robot dan AI saja. Kepala POLRI lebih senang menerapkan ETLE (Elektronic Traffic Law Enforcement) ketimbang polisi lalu lintas dalam menilang pengendara. Di Kantor Pertanahan banyak layanan yang mulai digantikan dari semula pelayanan tatap-muka di loket-loket pelayanan dengan pelayanan berbasis aplikasi “online” nir-tatap-muka. Bahkan di luar negeri, sudah ada menteri dibidang urusan pengadaan barang dan jasa yang berupa sosok AI, alias bukan “menteri manusia”.

Yang Ditakutkan oleh Allah dan Saitan, ialah Buddha. Buddha adalah Antitesis dari Allah dan Iblis

KAFIR Teriak KAFIR, Maling Teriak Maling, Itulah Ciri Khas Muslim Tipikal Islam

Question: Sering orang-orang muslim menghardik kaum nonmuslim sebagai kafir alias mengkafir-kafirkan. Memangnya apa yang dimaksud dengan kafir?

Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA untuk Seumur Hidupnya, sebagai Pertanda Tidak Pernah Taubat

Umat Agama Samawi Berjalan di Tempat, Sebanyak Apapun Ritual Ibadah Mereka, Divonis Hidup dan Mati sebagai PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA alias Menjelma KORUPTOR DOSA

Dogma PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN DOSA membuat umat Agama Samawi Tidak Merasa Perlu untuk Tobat

Question: Yang paling tidak saya mengerti dari jalan pikiran umat agama samawi, ini dan itu disebut “dilarang Allah”, ini dan itu dosa, ini dan itu haram, ini dan itu najis. Mengharam-halal-kan segala sesuatunya, seolah-olah sebagai kaum paling superior alias “polisi moral” yang berhak menghakimi kaum lainnya. Mereka menyuruh orang lain untuk bertobat, bicara tentang apa itu akhlak dan moral, namun disaat bersamaan mereka sendiri setiap harinya melakukan ritual doa permohonan pengampunan dosa secara vulgar lewat pengeras suara alias mempertontonkan “aurat terbesar” ke publik berupa berbuat dosa sebelum kemudian memohon pengampunan terhadap dosa-dosa tersebut. Bila ritual ibadah mereka untuk seumur hidupnya, telah ternyata ialah doa-doa pengharapan pengampunan dosa, lalu dimana letak “tobat”-nya karena kembali mengulangi dosa-dosa yang sama maupun dosa-dosa bari lainnya untuk kemudian dimohonkan pengampunan atau penghapusan?

Umat Muslim Mengklaim Muhammad Nabi Rasul Allah MASUK NERAKA

Ideologi “BERBUAT DOSA-DOSA UNTUK DIHAPUSKAN” Sifatnya Bundling dengan Dogma “PENGAMPUNAN / PENGHAPUSAN DOSA”, Ibarat Pasta Gigi dan Sikat GIgi

Muhammad Nabi Rasul Allah Mabuk dan Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA, sekalipun Kita Tahu bahwa hanya Seorang KORUPTOR DOSA yang Butuh PENGAMPUNAN DOSA

Question: Umat agama islam membuat klaim, klaim yang tidak ada dasar sumber rujukan otentiknya, bahwa muslim yang dihapus dosa-dosanya oleh Allah akan terlebih dahulu dimasukkan ke neraka dan di-bejek-bejek di sana, sebelum kemudian dimasukkan ke sorga kerajaan Allah. Apakah ada cacat logika pada klaim para muslim yang membela dogma agamanya tentang justifikasi pengampunan dosa demikian?

PENGHINAAN TERBESAR bagi Tuhan, Bukan dengan menjadi KAFIR, namun Seorang PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA alias KORUPTOR DOSA

Ketika PENDOSA PECANDU PENGHAPUSAN DOSA justru Meng-KAFIR-KAFIR-kan Orang Baik dan Kaum Ksatria yang Berani Bertanggung-Jawab Atas Perbuatan-Perbuatannya Sendiri

Question: Saya heran, begitu banyak orang jahat yang jahatnya kelewatan karena begitu jahat, di luar rumah maupu di dalam rumah kita sendiri, berkeliaran mencari mangsa. Orang jujur, lebih sukar dicari, karena kita bisa menemukan emas di toko-toko pada pasar tradisional dekat rumah, tapi orang jujur kebanyakan hanya klaim di mulut atau persona (topeng) belaka. Tapi tetap saja, banyak umat manusia mabuk memuja-muji Allah setinggi langit, sekalipun si Allah itu-lah yang telah menciptakan manusia-manusia jahat lengkap dengan software pengisi otak yang bernama sifat jahatnya tersebut. Mengapa demikian?

Ketika Muslim Solat dengan Kepala Menghadap Kabbah, Bokong Mereka Disaat Bersamaan juga Menghadap Kabbah, karena Bumi ini BUNDAR

Agama DUNGU untuk Orang DUNGU, Agama DOSA bagi PENDOSA-PENGECUT yang Berdelusi Masuk Surga Setelah Melakukan Banyak Perbuatan Jahat namun Minim Tanggung-Jawab

Tidak Ada “Kembali ke Fitri” Setelah Mencandu “PENGHAPUSAN DOSA” (Ideologi KORUP), yang Ada justru Menjelma “KORUPTOR DOSA”

Question: Itu orang-orang muslim, yang memeluk agama “bumi datar”, apa tidak pernah belajar pelajaran geografi di sekolah? Kan ada yang namanya globe, yakni miniatur bola dunia yang bundar bentuknya. Ketika kita memutar 180 derajat baik secara melintang maupun membujur, kita akan menemukan titik lokasi dimana sisi sebaliknya dari telak kabbah yang disembah sujud oleh para muslim. Namun, dimana pun para muslim berada di penjuru dunia, tetap saja, ketika kepala mereka sujud ke arah kabbah, bokong mereka disaat bersamaan menghadap kabah juga, karena dunia ini BUNDAR. Bukankah itu bukti, islam bertentangan dengan sains, dan bahwa nabi pencipta agama islam itu berdelusi bahwa planet bernama bumi ini adalah datar atau flat seperti piring?

PERANG CANDU Model Baru : Penetrasi Dogma / Ideologi Korup Bernama “PENGHAPUSAN DOSA”, bagi “KORUPTOR DOSA” Tentunya

Ideologi Korup “PENGHAPUSAN DOSA” Jauh Lebih Merusak dan Adiktif Membuat Kecanduan daripada Narkotika

Ideologi KORUP Dibalik Dogma Agama Samawi yang Meng-HALAL-kan “PENGHAPUSAN DOSA”, bahkan Lebih Berbahaya daripada Ideologi Komun!sme

Question: Adakah yang lebih adiktif dan lebih membuat kecanduan serta lebih merusak daripada tembakau, alkohol, maupun narkotika?

Manusia Tidak Perlu Disuruh Menikah dan Melahirkan Keturunan, Hewan pun Kawin dan Beranak-Pinak Sekalipun Tidak Ada yang Menyuruh dan Tidak Perlu Disuruh

Bila Sudah Tahu dan Sadar bahwa Hidup adalah Dukkha, mengapa Masih juga Melahirkan Anak ke Dunia ini untuk Turut Menderita?

Question: Yang membuat saya heran selama ini, apakah ada orang yang tidak menyadari dan mengetahui bahwa hidup atau kehidupan ini sejatinya adalah duka, dimana setiap makhluk yang berkondisi terikat oleh siklus sakit—tua—meninggal dunia? Segalanya berubah, tidak ada yang bisa digenggam erat, bahkan seseorang cenderung untuk menyakiti dirinya sendiri, berpisah dengan yang dicintai, berkumpul dengan yang dibenci, apakah belum cukup membuktikan bahwa hidup ini adalah duka? Pertanyaannya, jika sudah tahu bahwa hidup ini adalah duka, mengapa juga mereka masih menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengalami duka di dunia ini?

Allah Bersekutu dan Berkomplot dengan Saitan / Iblis, agar Umat Agama Samawi Mabuk dan Kecanduan PENGHAPUSAN DOSA

Bung, hanya PENDOSA yang Butuh Ideologi KORUP Bernama “PENGHAPUSAN DOSA” bagi “KORUPTOR DOSA”

Question: Iming-iming paling utama yang diberikan oleh Allah, ialah pengampunan atau penebusan dosa, agar umat manusia menghamba kepada Allah. Menjadikan kita patut bertanya, sebenarnya Allah bermusuhan dan berperang dengan setan (evil) atau justru sebaliknya, bermufakat, merangkul, dan bekerjasama dengan setan dalam rangka mengecoh serta memperbudak umat manusia?