Tuhan menurunkan wahyunya
kepada umat manusia,
“Saya adalah
Sang PENCIPTA, menciptakan bumi dan alam semesta serta segala isinya.”
Selayaknya bagi
kita,
Umat manusia,
Untuk mulai berani menjawab
tegas,
“SO WHAT, gitu loh?”
Mengungkap dan Memberdayakan Diri dengan Kekuatan Dibalik Pikiran dan Alam Berpikir. Mendobrak Dogma, Menantang dan Mempertanyakan Pandangan Umum, Berpikir Tanpa Terkungkung oleh Dokrin, Menerobos Kebekuan Pikiran, Berpikir secara Lain Daripada yang Lainnya, Menguji Batas Daya Pikir, SENIPIKIR.COM
Tuhan menurunkan wahyunya
kepada umat manusia,
“Saya adalah
Sang PENCIPTA, menciptakan bumi dan alam semesta serta segala isinya.”
Selayaknya bagi
kita,
Umat manusia,
Untuk mulai berani menjawab
tegas,
“SO WHAT, gitu loh?”
Mengapa Dana Berupa Dhamma merupakan Dana yang Tertinggi diantara Jenis-Jenis Dana lainnya?
Ada banyak kriteria atau jenis dana yang dikenal dalam Buddhisme, mulai dari dana berupa donasi uang, dana tenaga, dana organ tubuh seperti donor darah, dana pikiran, dana “senyum”, dana welas-asih (dana dengan meditasi ber-objek welas-asih yang dipancarkan ke orang lain), hingga dana Dhamma (ajaran kebenaran dan kebajikan).
Bangsa Indonesia Tidak Memandang Tanah Air-nya yang Subur sebagai “Tanah Suci”, namun Padang Pasir Tandus di Arab
Bangsa Indonesia Tidak Memandang Perilaku
“Tidak Korupsi” sebagai “Suci”, namun Dogma “Penghapusan Dosa” sebagai Satu-Satunya
yang “Suci” (Kembali ke Fitri)
Bangsa Indonesia, faktanya, merupakan kaum agamais yang “BUTA AKSARA”. Mereka mengusung doktrin “mencuri dan korupsi, hukumannya ialah POTONG TANGAN”, “berzina, hukumannya ialah RAJAM”, sesuai hukum syariat. Faktanya, sumber otentik agama islam, salah satunya yakni hadist, justru mengatakan sebaliknya : HUKUM POTONG TANGAN SAMA SEKALI TIDAK EFEKTIF MEMBUAT JERA PELAKU PENCURIAN, juga “anti tabayun” alias “anti audi et alteram partem” (memvonis semata berdasarkan “katanya, katanya, dan katanya” dimana tersangka sama sekali tidak diberi kesempatan membela diri).
Sungguh Kasihan “Tuhan yang Butuh Pahlawan”!
Anda tahu, apa lawan kata dari kata “Tuhan sang Pencipta”? Jawabannya ialah “kehendak bebas” (free will). Karena lawan kata “Tuhan sang Pencipta” ialah “kehendak bebas”, karenanya menjadi mustahil “manusia ciptaan Tuhan” memiliki apa yang dinamakan “kehendak bebas”, mengingat keduanya merupakan dua proposisi yang saling menegasikan satu sama lainnya, yang menurut ilmu logika diistilahkan sebagai “contradictio in terminis” sehingga tidak dapat eksis dalam satu waktu yang bersamaan. Ingat, dogma paling primer dari agama samawi ialah : segala sesuatunya terjadi atas kehendak, rencana, kuasa, serta seizin Tuhan—itulah sebabnya, Tuhan diberi label oleh agama samawi sebagai “Maha Kuasa” (omnipotent).