(DROP DOWN MENU)

Si Dungu Melihat dan Menilai Kulit, si Bijak Mengamati Esensi

HERY SHIETRA, Si Dungu Melihat Kulit, si Bijak Melihat Esensi

Seseorang yang pandai bicara,

Namun sampah,

Tetap saja orang sampah.

Seseorang yang serba kikuk,

Namun mulia,

Tetap saja orang yang mulia.

Seseorang yang bertubuh rupawan,

Namun tidak bertanggung-jawab,

Tetap saja orang yang tidak bertanggung-jawab.

Seseorang yang malang,

Namun penyabar,

Tetap saja orang yang memiliki mental petapa.

Seseorang yang pandai menyanyi dan bersuara indah,

Namun jahat,

Tetap saja orang jahat.

Seseorang yang tidak pandai menyenangkan telinga orang lain,

Namun baik,

Tetap saja orang yang baik.

Seseorang yang banyak mengobral janji,

Namun tidak memiliki komitmen,

Tetap saja orang yang tidak dapat diandalkan.

Seseorang yang minim bicara,

Namun bersedia bekerja dalam senyap,

Tetap saja orang yang pekerja keras.

Seseorang yang berkuasa,

Namun lalim,

Tetap saja orang lalim.

Seseorang yang rendah hati,

Namun suci,

Tetap saja orang suci.

Seseorang yang dipuja dan dipuji,

Namun berhati iblis,

Tetap saja orang iblis.

Seseorang yang disalahpahami dan dikucilkan,

Namun jenius,

Tetap saja orang yang jenius.

Seseorang yang memiliki banyak harta,

Namun serakah,

Tetap saja orang serakah.

Seseorang yang sederhana,

Namun brilian,

Tetap saja orang yang cemerlang.

Seseorang yang kuat,

Namun suka menisdas,

Tetap saja seorang penindas.

Seseorang yang lemah,

Namun dermawan,

Tetap saja orang yang murah hati.

Seseorang yang bertubuh utuh-sempurna,

Namun mentalnya tercela,

Tetap saja orang cacat.

Seseorang yang memiliki sedikit teman,

Namun bahagia dalam kesendiriannya,

Tetap saja orang yang berbahagia.

Seseorang yang memiliki banyak kawan,

Namun korupsi,

Tetap saja orang korup.

Seseorang yang pendiam,

Namun kaya ide,

Tetap saja orang yang mengagumkan.

Seseorang yang tersenyum,

Namun memiliki niat buruk,

Tetap saja orang buruk.

Seseorang yang bekerja ringan,

Namun cerdas,

Tetap saja pekerja unggul.

Seseorang yang bekerja keras,

Namun dungu,

Tetap saja orang dungu.

Seseorang yang tidak mampu melihat,

Namun mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk,

Tetap saja orang yang berpandangan jernih.

Seseorang yang banyak berdonasi ke tempat ibadah,

Namun perilakunya kotor,

Tetap saja orang kotor.

Seseorang yang dihukum penjara,

Namun bersih perilaku maupun pikirannya,

Tetap saja orang yang bersih.

Seseorang yang terlahir dari keluarga termasyur dan ternama,

Namun kejam,

Tetap saja orang kejam.

Seseorang yang terlahir di keluarga gelap,

Namun melawan arus,

Tetap saja orang yang berani menentukan jalan hidupnya sendiri.

Seseorang yang tampak rapih,

Namun pikirannya liar,

Tetap saja orang Tarzan.

Seseorang yang kerap didesak hingga ke ujung tanduk,

Namun beruntung karena selalu lolos dari maut,

Tetap saja orang beruntung.

Seseorang yang tampak pemberani,

Namun hanya terhadap orang yang baik maupun terhadap yang lemah,

Tetap saja orang pengecut.

Seseorang yang bertubuh lemah,

Namun berani untuk menjalani hidup tanpa melakukan kejahatan dan tanpa mengambil jalan pintas seperti mengakhiri hidup,

Tetap saja orang yang kuat.

Seseorang yang berani disumpah dan bersumpah,

Namun mengingkari sumpahnya sendiri,

Tetap saja orang pendusta.

Seseorang yang berbuat keliru,

Namun berani bertanggung-jawab,

Tetap saja orang berjiwa ksatria.

Seseorang yang memikat,

Namun predator,

Tetap saja orang predator.

Seseorang yang tampak membosankan,

Namun penuh pengetahuan,

Tetap saja orang yang dapat diandalkan.

Seseorang yang memiliki gelar akademik profesor,

Namun hanya untuk membuat orang lain merasa bodoh,

Tetap saja orang tidak dapat dipercaya.

Seseorang yang memiliki sedikit modal,

Namun terasah dengan baik,

Tetap saja orang yang tajam.

Seseorang yang memakai setelan berbulu domba,

Namun pikirannya seperti seekor serigala,

Tetap saja orang berbahaya.

Seseorang yang hanya memiliki apa adanya,

Namun tidak pernah merasa perlu untuk merampas kebahagiaan orang lain,

Tetap saja orang yang kreatif.

Batu tetaplah batu,

Permata tetaplah permata,

Sebaik atau seburuk apapun mereka mengemas penampilan luarnya.

Sampah tetap saja sampah,

Sepandai apapun mereka merias diri,

Semerdu apapun suara mereka saat menyanyi.

Tidak bertanggung-jawab tetap saja tidak bertanggung-jawab,

Sebanyak apapun mereka mampu membuat janji,

Sebanyak apapun harta kepemilikan mereka miliki.

Mulia tetap saja mulia,

Sekalipun hanya seorang petapa berjubah lusuh,

Sesedikit apapun yang memberikan pengakuan pada dirinya.

Orang baik tetap saja baik adanya,

Sekalipun mereka dipandang remeh dan sebelah mata,

Sekalipun dunia membenci orang baik yang membuat banyak orang menyadari betapa jahat diri mereka.

Orang dungu,

Menyukai orang dungu,

Karena “bau” mereka sama.

Orang jahat,

Menyukai orang jahat,

Karena “bau” mereka sama.

Orang luhur,

Hanya menyukai orang berjiwa mulia,

Karena “bau” mereka sama.

Serigala bergaul dengan sesama serigala,

Namun serigala memangsa seekor kelinci yang jinak.

Serigala tetaplah serigla.

Iblis tetaplah iblis.

Agung tetaplah agung.

Hanya orang dungu,

Yang tidak mampu melihat esensi sesuatu,

Terperdaya oleh penampilan luar orang lain yang artifisial.

© Hak Cipta HERY SHIETRA.