Seseorang yang pandai bicara,
Namun sampah,
Tetap saja orang sampah.
Seseorang yang serba kikuk,
Namun mulia,
Tetap saja orang yang mulia.
Seseorang yang bertubuh
rupawan,
Namun tidak bertanggung-jawab,
Tetap saja orang yang tidak
bertanggung-jawab.
Seseorang yang malang,
Namun penyabar,
Tetap saja orang yang memiliki
mental petapa.
Seseorang yang pandai menyanyi
dan bersuara indah,
Namun jahat,
Tetap saja orang jahat.
Seseorang yang tidak pandai
menyenangkan telinga orang lain,
Namun baik,
Tetap saja orang yang baik.
Seseorang yang banyak mengobral
janji,
Namun tidak memiliki komitmen,
Tetap saja orang yang tidak
dapat diandalkan.
Seseorang yang minim bicara,
Namun bersedia bekerja dalam
senyap,
Tetap saja orang yang pekerja
keras.
Seseorang yang berkuasa,
Namun lalim,
Tetap saja orang lalim.
Seseorang yang rendah hati,
Namun suci,
Tetap saja orang suci.
Seseorang yang dipuja dan
dipuji,
Namun berhati iblis,
Tetap saja orang iblis.
Seseorang yang disalahpahami
dan dikucilkan,
Namun jenius,
Tetap saja orang yang jenius.
Seseorang yang memiliki banyak
harta,
Namun serakah,
Tetap saja orang serakah.
Seseorang yang sederhana,
Namun brilian,
Tetap saja orang yang cemerlang.
Seseorang yang kuat,
Namun suka menisdas,
Tetap saja seorang penindas.
Seseorang yang lemah,
Namun dermawan,
Tetap saja orang yang murah
hati.
Seseorang yang bertubuh
utuh-sempurna,
Namun mentalnya tercela,
Tetap saja orang cacat.
Seseorang yang memiliki sedikit
teman,
Namun bahagia dalam
kesendiriannya,
Tetap saja orang yang berbahagia.
Seseorang yang memiliki banyak
kawan,
Namun korupsi,
Tetap saja orang korup.
Seseorang yang pendiam,
Namun kaya ide,
Tetap saja orang yang
mengagumkan.
Seseorang yang tersenyum,
Namun memiliki niat buruk,
Tetap saja orang buruk.
Seseorang yang bekerja ringan,
Namun cerdas,
Tetap saja pekerja unggul.
Seseorang yang bekerja keras,
Namun dungu,
Tetap saja orang dungu.
Seseorang yang tidak mampu
melihat,
Namun mampu membedakan antara
yang baik dan yang buruk,
Tetap saja orang yang
berpandangan jernih.
Seseorang yang banyak berdonasi
ke tempat ibadah,
Namun perilakunya kotor,
Tetap saja orang kotor.
Seseorang yang dihukum penjara,
Namun bersih perilaku maupun
pikirannya,
Tetap saja orang yang bersih.
Seseorang yang terlahir dari
keluarga termasyur dan ternama,
Namun kejam,
Tetap saja orang kejam.
Seseorang yang terlahir di
keluarga gelap,
Namun melawan arus,
Tetap saja orang yang berani
menentukan jalan hidupnya sendiri.
Seseorang yang tampak rapih,
Namun pikirannya liar,
Tetap saja orang Tarzan.
Seseorang yang kerap didesak hingga
ke ujung tanduk,
Namun beruntung karena selalu
lolos dari maut,
Tetap saja orang beruntung.
Seseorang yang tampak pemberani,
Namun hanya terhadap orang yang
baik maupun terhadap yang lemah,
Tetap saja orang pengecut.
Seseorang yang bertubuh lemah,
Namun berani untuk menjalani
hidup tanpa melakukan kejahatan dan tanpa mengambil jalan pintas seperti
mengakhiri hidup,
Tetap saja orang yang kuat.
Seseorang yang berani disumpah
dan bersumpah,
Namun mengingkari sumpahnya
sendiri,
Tetap saja orang pendusta.
Seseorang yang berbuat keliru,
Namun berani bertanggung-jawab,
Tetap saja orang berjiwa ksatria.
Seseorang yang memikat,
Namun predator,
Tetap saja orang predator.
Seseorang yang tampak
membosankan,
Namun penuh pengetahuan,
Tetap saja orang yang dapat
diandalkan.
Seseorang yang memiliki gelar
akademik profesor,
Namun hanya untuk membuat orang
lain merasa bodoh,
Tetap saja orang tidak dapat
dipercaya.
Seseorang yang memiliki sedikit
modal,
Namun terasah dengan baik,
Tetap saja orang yang tajam.
Seseorang yang memakai setelan
berbulu domba,
Namun pikirannya seperti seekor
serigala,
Tetap saja orang berbahaya.
Seseorang yang hanya memiliki
apa adanya,
Namun tidak pernah merasa perlu
untuk merampas kebahagiaan orang lain,
Tetap saja orang yang kreatif.
Batu tetaplah batu,
Permata tetaplah permata,
Sebaik atau seburuk apapun mereka
mengemas penampilan luarnya.
Sampah tetap saja sampah,
Sepandai apapun mereka merias
diri,
Semerdu apapun suara mereka saat
menyanyi.
Tidak bertanggung-jawab tetap
saja tidak bertanggung-jawab,
Sebanyak apapun mereka mampu
membuat janji,
Sebanyak apapun harta
kepemilikan mereka miliki.
Mulia tetap saja mulia,
Sekalipun hanya seorang petapa
berjubah lusuh,
Sesedikit apapun yang memberikan
pengakuan pada dirinya.
Orang baik tetap saja baik
adanya,
Sekalipun mereka dipandang
remeh dan sebelah mata,
Sekalipun dunia membenci orang
baik yang membuat banyak orang menyadari betapa jahat diri mereka.
Orang dungu,
Menyukai orang dungu,
Karena “bau” mereka sama.
Orang jahat,
Menyukai orang jahat,
Karena “bau” mereka sama.
Orang luhur,
Hanya menyukai orang berjiwa mulia,
Karena “bau” mereka sama.
Serigala bergaul dengan sesama
serigala,
Namun serigala memangsa seekor
kelinci yang jinak.
Serigala tetaplah serigla.
Iblis tetaplah iblis.
Agung tetaplah agung.
Hanya orang dungu,
Yang tidak mampu melihat esensi
sesuatu,
Terperdaya oleh penampilan luar
orang lain yang artifisial.
© Hak Cipta HERY SHIETRA.